-->

Iklan

Menu Bawah

Iklan

Halaman

Dana Pemeliharaan Ambulance Puskesmas Ulunoyo Diduga Janggal

Redaksi
Minggu, 23 Maret 2025, Maret 23, 2025 WIB Last Updated 2025-03-23T14:41:10Z


Nias Selatan, Selektifnews.com – Anggaran pemeliharaan kendaraan roda empat Ambulance Puskesmas Ulunoyo diduga tidak transparan dan berpotensi disalahgunakan. Sejumlah pihak menduga bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk perawatan kendaraan justru tidak digunakan sebagaimana mestinya. Bahkan, ada indikasi anggaran tersebut fiktif dan telah dimanfaatkan oleh oknum pejabat terkait.


Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dana pemeliharaan Ambulance Puskesmas Ulunoyo selama bertahun-tahun diduga telah disalahgunakan oleh Kepala Puskesmas berinisial KL. Padahal, menurutnya, mobil ambulance tersebut dalam kondisi rusak parah dan tidak digunakan selama kurang lebih dua tahun terakhir.


"Mobil ini sudah rusak dan terparkir di depan rumah Kepala Desa Sambulu, Kecamatan Ulunoyo. Yang lebih mencurigakan, supir ambulance tersebut adalah suami dari Kapus Ulunoyo sendiri. Jika mobil tidak digunakan, lalu ke mana perginya dana pemeliharaan tersebut? Perlu dicek detail anggarannya," ujar sumber tersebut.


Selain pemeliharaan, dana untuk bahan bakar minyak (BBM) juga diduga ikut disalahgunakan. "Oknum Kapus KL diduga merampok biaya BBM dan pemeliharaan selama bertahun-tahun. Nilainya tidak sedikit," tambahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa ada dugaan spare part ambulance telah dicopot, diubah, bahkan ditukar.



Menyikapi dugaan ini, masyarakat dan pihak terkait mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumatera Utara untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap anggaran pemeliharaan ambulance tersebut. Mereka meminta agar pemeriksaan dilakukan secara transparan dan akuntabel.


"Kami meminta Bupati Nias Selatan dan APH segera turun tangan. Jangan hanya ambulance di Puskesmas Ulunoyo, tapi seluruh kendaraan dinas lainnya juga perlu diaudit. Oknum pejabat yang terlibat, termasuk Kapus KL dan Bendahara Puskesmas, harus dipanggil dan diperiksa," tegasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini