This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 03 Maret 2026

Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme, Lapas Kelas I Medan Kukuhkan Duta Layanan 2026

Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme, Lapas Kelas I Medan Kukuhkan Duta Layanan 2026


Medan, Selektifnews.com  -- Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan melaksanakan kegiatan Penyematan Tanda Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil, Pemberian Piagam Penghargaan Pegawai Teladan dan Berdedikasi Tinggi, serta Pengukuhan Duta Layanan Tahun 2026 pada Selasa (3/3/2026) pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung II Lantai 2 tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pejabat manajerial, non manajerial, serta staf pegawai sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini.


Acara yang berlangsung khidmat itu menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan di lingkungan Pemasyarakatan. Selain sebagai bentuk penghargaan, agenda ini juga menjadi sarana evaluasi dan motivasi bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga integritas serta meningkatkan etos kerja dalam menjalankan tugas dan fungsi.


Pada kesempatan tersebut, penghargaan Pegawai Teladan dan Berdedikasi Tinggi Periode Januari diberikan kepada M. Irshad Rifqi Lubis. Sementara itu, untuk Periode Februari diraih oleh Amaluddin Nasution, S.H. Pemberian penghargaan ini menjadi simbol apresiasi institusi terhadap pegawai yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, disiplin, serta mampu menjadi teladan bagi rekan kerja lainnya.


Selain pemberian penghargaan, kegiatan juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Duta Layanan Tahun 2026. Pengukuhan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya pelayanan prima serta memperkuat citra positif institusi di tengah masyarakat. Duta Layanan diharapkan mampu menjadi role model dalam memberikan pelayanan yang ramah, cepat, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip reformasi birokrasi.



Prosesi penyematan tanda kenaikan pangkat turut menjadi momen yang penuh haru dan kebanggaan. Tanda kenaikan pangkat diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang naik pangkat pada Periode 01 Februari dan 01 Maret 2026. Dalam pelaksanaannya, pegawai yang telah menikah didampingi oleh pasangan masing-masing sebagai bentuk dukungan moral dan kebanggaan keluarga atas capaian yang diraih.


Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, dalam amanatnya menegaskan bahwa penghargaan dan kenaikan pangkat bukanlah sekadar seremoni formalitas belaka. Menurutnya, setiap kenaikan pangkat dan penghargaan merupakan amanah yang harus diiringi dengan peningkatan kualitas kinerja, integritas, serta loyalitas terhadap organisasi.


“Momentum ini harus menjadi motivasi untuk terus bekerja profesional, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Fonika dalam sambutannya di hadapan seluruh peserta kegiatan.


Kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat, serta diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan berkualitas demi mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang semakin profesional dan terpercaya.


Laporan: Tim Selektifnews.com

Editor: Zulfandi Kusnomo

Satgas TMMD ke-127 Kebut Pembangunan MCK di Nagori Limag, Kualitas Tetap Jadi Prioritas

 

Satgas TMMD ke-127 Kebut Pembangunan MCK di Nagori Limag, Kualitas Tetap Jadi Prioritas


Simalungun, Selektifnews.com — Komitmen membangun desa terus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan. Pada Selasa (03/03/2026), personel Yon TP 901/Suhul Gading Brigif 36/Harajaon Marpitu yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-127 Kodim 0207/Simalungun kembali melanjutkan pembangunan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di Nagori Limag, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.


Saat ini, progres pembangunan telah memasuki tahap pemasangan bata merah. Dengan penuh ketelitian, para personel menyusun bata demi bata sebagai pondasi dinding bangunan. Pekerjaan dilakukan secara intensif guna mengejar target waktu yang telah ditentukan, tanpa mengesampingkan kualitas dan kekuatan struktur bangunan.


Pembuatan MCK ini menjadi salah satu sasaran fisik penting dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan sanitasi dan pola hidup bersih masyarakat setempat, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.


Meski dikebut demi mencapai target, setiap tahapan pembangunan tetap mengedepankan standar konstruksi yang kokoh dan aman. Para personel memastikan pondasi, susunan bata, serta campuran material sesuai dengan spesifikasi agar bangunan dapat digunakan dalam jangka panjang.


Kehadiran Satgas TMMD di Nagori Limag pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga turut memberikan dukungan dan semangat, mencerminkan sinergi yang erat antara TNI dan rakyat dalam membangun desa.


Melalui pembangunan fasilitas MCK ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat. Program TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga bentuk nyata pengabdian dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat di pelosok daerah.


Dengan semangat kebersamaan, pembangunan terus berjalan — membawa harapan baru bagi Nagori Limag. 

Laporan: Tim Pendim 0207/SML

Editor: Zulfandi Kusnomo 

Semangat Tak Surut di Hari ke-13 Puasa, Satgas TMMD ke-127 Genjot Pembangunan Jalan di Nagori Limag

Semangat Tak Surut di Hari ke-13 Puasa, Satgas TMMD ke-127 Genjot Pembangunan Jalan di Nagori Limag


Simalungun, Selektifnews.com — Semangat pengabdian tak pernah mengenal lelah. Meski tengah menjalani ibadah puasa yang telah memasuki hari ke-13, personel Yon TP 901/Suhul Gading Brigif 36/Harajaon Marpitu yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-127 Kodim 0207/Simalungun tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.


Pada Selasa (03/03/2026), para prajurit kembali melanjutkan pekerjaan penyusunan batu jalan di Nagori Limag, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Pekerjaan ini menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, yang bertujuan mempercepat pembangunan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat.


Di bawah terik matahari dan dalam kondisi berpuasa, personel Satgas tetap bekerja penuh semangat. Susunan demi susunan batu ditata dengan teliti demi menghasilkan badan jalan yang kokoh dan tahan lama. Upaya ini dilakukan untuk memastikan target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.


Kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong bersama masyarakat setempat. Warga Nagori Limag pun tampak antusias turut membantu, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di lokasi pengerjaan.


Program TMMD sendiri merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah terpencil dan pedesaan. Dengan akses jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas warga semakin lancar, roda perekonomian meningkat, serta kesejahteraan masyarakat semakin berkembang.


Meski sedang berpuasa, semangat pengabdian prajurit Satgas TMMD ke-127 tetap menyala. Bagi mereka, membangun negeri adalah bagian dari ibadah dan bentuk nyata cinta kepada masyarakat.


Pembangunan terus berjalan, harapan pun semakin terbentang lebar di Nagori Limag. 


Laporan: Tim Pendim 0207/SML

Editor: Zulfandi Kusnomo 

Semangat Tak Surut di Hari ke-13 Puasa, Satgas TMMD ke-127 Genjot Pembangunan Jalan di Nagori Limag

 

Semangat Tak Surut di Hari ke-13 Puasa, Satgas TMMD ke-127 Genjot Pembangunan Jalan di Nagori Limag



Simalungun, Selektifnews.com — Semangat pengabdian tak pernah mengenal lelah. Meski tengah menjalani ibadah puasa yang telah memasuki hari ke-13, personel Yon TP 901/Suhul Gading Brigif 36/Harajaon Marpitu yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-127 Kodim 0207/Simalungun tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.


Pada Selasa (03/03/2026), para prajurit kembali melanjutkan pekerjaan penyusunan batu jalan di Nagori Limag, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Pekerjaan ini menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, yang bertujuan mempercepat pembangunan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat.


Di bawah terik matahari dan dalam kondisi berpuasa, personel Satgas tetap bekerja penuh semangat. Susunan demi susunan batu ditata dengan teliti demi menghasilkan badan jalan yang kokoh dan tahan lama. Upaya ini dilakukan untuk memastikan target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.


Kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong bersama masyarakat setempat. Warga Nagori Limag pun tampak antusias turut membantu, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di lokasi pengerjaan.


Program TMMD sendiri merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah terpencil dan pedesaan. Dengan akses jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas warga semakin lancar, roda perekonomian meningkat, serta kesejahteraan masyarakat semakin berkembang.


Meski sedang berpuasa, semangat pengabdian prajurit Satgas TMMD ke-127 tetap menyala. Bagi mereka, membangun negeri adalah bagian dari ibadah dan bentuk nyata cinta kepada masyarakat.


Pembangunan terus berjalan, harapan pun semakin terbentang lebar di Nagori Limag. 

Laporan: Tim Pendim 0207/SML

Editor: Zulfandi Kusnomo 

Akademisi Nilai Indonesia Siap Bangun PLTN, SMR Jadi Opsi Strategis untuk Negara Kepulauan

Akademisi Nilai Indonesia Siap Bangun PLTN, SMR Jadi Opsi Strategis untuk Negara Kepulauan


Jakarta - Optimisme terhadap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia kembali menguat. Sejumlah akademisi dan pakar energi menilai Indonesia memiliki kapasitas untuk membangun PLTN dengan standar setara negara maju, baik dari sisi sumber daya manusia, potensi bahan baku, maupun kesiapan teknologi.


Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Bahlil Lahadalia, dalam mendorong pengembangan energi nuklir dinilai sejalan dengan kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat serta komitmen Indonesia terhadap penurunan emisi karbon.


Pakar energi dari Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Bachtiar Nappu, menegaskan bahwa konsep Small Modular Reactor (SMR) menjadi opsi paling rasional bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.


“PLTN modular dalam bentuk SMR itu benar-benar menjadi jaminan ketahanan energi ke depan, tapi dalam skala kecil,” ujar Bachtiar dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).


Ia menjelaskan bahwa pendekatan modular memungkinkan pembangunan yang lebih fleksibel dibandingkan reaktor konvensional berkapasitas sekitar 1.000 MWe.


“PLTN konvensional itu sekitar 1.000 MWe, sementara SMR bisa dimulai dari 50 MWe dan dikembangkan bertahap sesuai kebutuhan,” jelasnya.


Menurut Bachtiar, fleksibilitas tersebut penting untuk wilayah terpencil yang membutuhkan tambahan daya secara bertahap, sekaligus membuat risiko investasi lebih terkelola.


Dukungan juga datang dari pakar energi Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi Balikpapan, Andi Jumardi. Ia menilai energi nuklir sebagai pilihan masa depan yang kompetitif secara ekonomi dalam jangka panjang.


“Apalagi untuk negara dengan populasi besar seperti Indonesia, biayanya relatif lebih murah dibanding energi fosil,” ujarnya.


Andi juga menyoroti persepsi publik yang kerap dikaitkan dengan insiden masa lalu, seperti kecelakaan di Fukushima.


“Kasus Fukushima itu terjadi karena bencana alam ekstrem. Dari peristiwa itu, teknologi terus berkembang untuk mengantisipasi risiko serupa di masa depan,” tegasnya.


Sementara itu, peneliti Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ary Bachtiar Krishna Putra, menekankan keunggulan nuklir dari sisi densitas energi.


“PLTN unggul dari sisi densitas energi. Dengan bahan bakar yang sangat kecil, kita bisa menghasilkan listrik dalam jumlah besar dan stabil,” katanya.


Ary juga menegaskan bahwa pembangkit nuklir tidak menghasilkan emisi karbon dalam proses pembangkitan.


“Secara proses, nuklir itu bersih. Tidak ada emisi karbon, yang ada hanya panas untuk memutar turbin,” ujarnya.


Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan utama bukan hanya soal teknologi.


“Tantangan terbesar bukan semata teknologi, tetapi penentuan lokasi, kesiapan infrastruktur, dan penerimaan publik. Edukasi berbasis sains sangat penting agar masyarakat memahami perbedaan teknologi generasi lama dan sistem modern yang memiliki fitur keselamatan pasif,” tambahnya.


Selain itu, Indonesia juga disebut memiliki potensi sumber daya uranium dan thorium di Bangka Belitung, Kalimantan, dan Mamuju, serta regulator independen seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) untuk memastikan standar keselamatan internasional terpenuhi.


Minat Investasi dari Thorcon

Saat ini, sejumlah pengembang teknologi telah menunjukkan minat investasi untuk membangun PLTN di Indonesia, salah satunya adalah PT Thorcon Power Indonesia. Thorcon diketahui merupakan perusahaan pengembang reaktor berbasis teknologi garam cair.


Thorcon menawarkan konsep pembangkit modular yang dirancang untuk dibangun secara bertahap dengan pendekatan fabrikasi, sehingga proses konstruksi dapat lebih terstandarisasi. Pada 30 Juli 2025 lalu, Thorcon telah memperoleh persetujuan BAPETEN untuk melalukan evaluasi tapak di Pulau Kelasa, Bangka Tengah. Lokasi ini direncanakan sebagai tapak pembangunan demonstration plant untuk pengujian desain Thorcon 500. 


Sejauh ini, inisiatif tersebut masih berada pada tahap komunikasi kebijakan dan penjajakan regulasi. Dikutip dari Pangkalpinangpost.com, Junior Manager Operasional Thorcon, Andri Yanto, pada 7 Februari 2026 lalu menyampaikan bahwa fokus utama Thorcon di Indonesia saat ini adalah melisensikan teknologi.


“Fokus utama kami saat ini adalah melisensikan teknologi, belum membangun PLTN untuk tujuan komersial,” ujarnya.


Realisasi proyek PLTN di Indonesia sendiri tetap bergantung pada keputusan pemerintah dalam menetapkan nuklir sebagai bagian dari bauran energi nasional, kesiapan regulasi, skema pembiayaan, serta penerimaan publik. (*)

Senin, 02 Maret 2026

Lapor Bu Kapolres! Peredaran Narkoba Diduga Marak di Jalan Merbuk Tebing Tinggi, Warga Minta Tindakan Tegas

 

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, S.I.K

Tebing Tinggi, Selektifnews.com – Peredaran narkoba di Jalan Merbuk, Lingkungan II, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, diduga semakin marak dan memprihatinkan. Aktivitas mencurigakan yang terjadi di kawasan tersebut menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat, khususnya para orang tua yang khawatir anak-anak mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.


Meskipun berbagai upaya sosialisasi dan program pencegahan terus digencarkan di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi, warga menilai langkah tersebut belum sepenuhnya efektif dalam memberantas peredaran barang haram di lapangan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan sekaligus harapan besar agar aparat penegak hukum dapat bertindak lebih tegas dan terukur.


Keluhan warga mencuat dalam beberapa waktu terakhir seiring meningkatnya aktivitas yang diduga kuat berkaitan dengan transaksi narkoba. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Senin (2/3/2026), dari sumber yang layak dipercaya, peredaran sabu-sabu di kawasan tersebut diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial D yang disebut-sebut masih leluasa menjalankan bisnis terlarangnya.


Sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan menyampaikan bahwa aktivitas terduga pelaku berlangsung hampir setiap hari dan terkesan terbuka. “Iya, memang barang D yang banyak beredar di sini, bang. Sudah kayak kacang goreng jualannya. Lalu lalang pembeli masuk ke gang ini, sudah macam jualan di pasar aja,” ungkap seorang warga dengan nada kesal.


Warga menilai kondisi ini tidak hanya merusak moral generasi muda, tetapi juga berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas di lingkungan sekitar. Sejumlah kasus pencurian disebut kian marak dan diduga berkaitan dengan kebutuhan para pengguna narkoba untuk membeli barang haram tersebut. “Kami takut anak-anak kami terjerumus narkoba. Lingkungan sudah tidak aman,” keluh warga lainnya.


Masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Satuan Reserse Narkoba Satresnarkoba Polres Tebing Tinggi, segera turun tangan melakukan penindakan secara menyeluruh. Mereka meminta agar pemberantasan tidak hanya menyasar pengguna, tetapi juga membongkar jaringan hingga ke akar-akarnya demi menyelamatkan masa depan generasi muda di Jalan Merbuk dan sekitarnya.


Menanggapi keresahan tersebut, awak media telah menyampaikan keluhan warga kepada pihak kepolisian melalui pesan WhatsApp. Kasat Resnarkoba AKP Jimmy R. Sitorus saat dikonfirmasi menyatakan akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan. “Siap, makasih infonya dan kami tindaklanjuti,” tulisnya dalam pesan balasan singkat.


Warga kini berharap komitmen tersebut benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan. Mereka menyatakan siap mendukung aparat dengan memberikan informasi tambahan selama penanganannya dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Harapan besar pun disematkan kepada aparat penegak hukum agar Jalan Merbuk kembali aman, bersih dari narkoba, dan menjadi lingkungan yang layak bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.


Laporan: Tim Selektifnews.com

Editor: Zulfandi Kusnomo

Bupati Simalungun dan Forkopimda Sambut Kunker Tim Wasev TMMD Ke-127 di Kodim 0207/Simalungun

 

Bupati Simalungun dan Forkopimda Sambut Kunker Tim Wasev TMMD Ke-127 di Kodim 0207/Simalungun

Simalungun, Selektifnews.com – Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kunjungan kerja (kunker) Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026 di Markas Kodim 0207/Simalungun, Senin (2/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program TMMD berjalan optimal dan tepat sasaran di wilayah Kabupaten Simalungun.


Program TMMD ke-127 tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, yang terlaksana melalui kerja sama erat antara Pemerintah Kabupaten Simalungun dengan TNI, khususnya jajaran Kodim 0207/Simalungun. Sinergi ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan.


Dalam sambutannya, Bupati Anton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Wasev ke wilayah yang dikenal dengan sebutan Tanoh Habonaron do Bona tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim pengawasan dan evaluasi atas kunjungannya ke Tanoh Habonaron do Bona,” ungkap Bupati.


Bupati juga memberikan penghargaan kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0207/Simalungun, yang secara konsisten menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah pedesaan melalui program TMMD tahun 2026 ini. Menurutnya, peran aktif TNI tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan, telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.


Ia menegaskan bahwa kegiatan TMMD merupakan bentuk kolaborasi yang harmonis antara TNI, Pemerintah Kabupaten Simalungun, dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang tercermin dalam semangat gotong royong membangun desa demi mewujudkan Kabupaten Simalungun yang lebih maju dan sejahtera.


Dalam paparannya, Bupati menjelaskan sejumlah capaian fisik program TMMD Ke-127 di Kabupaten Simalungun. “Dimana TMMD ini menangani jalan sepanjang 2.495 meter, penyediaan sarana air minum sebanyak lima unit dan bedah rumah sebanyak lima unit, serta kegiatan fisik lainnya,” jelas Bupati. Program ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, kualitas hunian, serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat.


Selain pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga diisi dengan berbagai program nonfisik seperti penyuluhan kebangsaan, wawasan kebhinekaan, serta edukasi kesehatan dan pertanian. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan membangun sumber daya manusia yang unggul dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa.


Di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan penuh agar tercipta sinergitas yang optimal antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program TMMD. Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis pembangunan di Kabupaten Simalungun akan terus bergerak maju dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.


Laporan: Tim Pendim 0207/Sml

Editor: Zulfandi Kusnomo

Ketua Tim Wasev TMMD ke-127 Tinjau Pembukaan Jalan di Bahapal Raya, Progres Capai 85 Persen

 

Ketua Tim Wasev TMMD ke-127 Tinjau Pembukaan Jalan di Bahapal Raya, Progres Capai 85 Persen


SIMALUNGUN, SELEKTIFNEWS.COM – Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, Brigjen TNI Jamaluddin, S.Ip., M.Ip., Waaster Kasad Bidang Renminter selaku Ketua Tim, bersama Kapten Caj Robet Sihaloho selaku Kaur Sarprasnas Spaban VI/Sumdanas Sterad, melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi pembukaan jalan TMMD di Bahapal Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan target yang telah ditetapkan.


Peninjauan tersebut merupakan rangkaian evaluasi pelaksanaan TMMD ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0207/Simalungun. Kehadiran Tim Wasev bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat terealisasi dengan baik serta benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya di Nagori Bahapal Raya dan sekitarnya.


Fokus utama peninjauan diarahkan pada progres pembukaan jalan yang menjadi salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TMMD kali ini. Berdasarkan laporan di lapangan, capaian pekerjaan pembukaan badan jalan dan sasaran fisik lainnya telah mencapai 85 persen. Angka tersebut menunjukkan kerja keras dan kolaborasi solid antara personel TNI bersama masyarakat setempat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur demi mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.


Komandan Kodim 0207/Simalungun sekaligus Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, S.Sos., M.M.A.S., M.Han., dalam paparannya menjelaskan progres pelaksanaan program beserta sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir menjadi kendala utama yang berdampak pada keterlambatan sebagian pekerjaan fisik. Meski demikian, pihaknya terus melakukan penguatan koordinasi dan pengawasan guna memastikan target penyelesaian tetap tercapai secara optimal.


Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa tujuan utama TMMD adalah membantu pemerintah daerah dalam mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, sekaligus meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah. Program ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik dari sisi ekonomi melalui kemudahan transportasi hasil bumi, maupun dari sisi nonfisik melalui penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara.


Sementara itu, Brigjen TNI Jamaluddin menyampaikan apresiasi atas kinerja Satgas TMMD, Pemerintah Kabupaten Simalungun, serta partisipasi aktif masyarakat Nagori Bahapal Raya. Ia menegaskan bahwa pembukaan jalan ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan upaya strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya warga Bahapal Raya dan sekitarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang telah berlangsung lama dan sebelumnya dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa. Program tersebut terbukti menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pembangunan di wilayah terpencil sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di akhir kegiatan, Brigjen TNI Jamaluddin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun atas kontribusi dan sinergi signifikan dalam menyukseskan TMMD ke-127.


Usai melaksanakan peninjauan di lokasi sasaran fisik, Ketua Tim Wasev bersama rombongan tiba di Pos Komando Taktis (Poskotis) untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat serta meninjau pelayanan kesehatan yang digelar dalam rangkaian TMMD. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., Kasrem 022/PT Letkol Inf Binsar J. Simanjuntak, Pabandya Bakti Letkol Inf Arlalan Harahap, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, S.E., Wakapolres Simalungun Kompol Imam Alriyuddin, S.H., M.H., Kasi Intel Kejari Simalungun Yudhi Saputra, S.H., Kadis PUPR Simalungun Hotbinson Damanik, S.T., M.T., IPM., Kepala BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman, para Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 0207/Simalungun, Camat Raya Septian Purba, serta Pangulu Nagori Bahapal dan Nagori Limag.


Laporan: Tim Pendim 0207/Sml

Editor: Zulfandi Kusnomo

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno Dorong PLTN 2032, Sebut Nuklir Opsi Bersih dan Andal

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno


Jakarta. Selektifnews.com - Isu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kembali menguat dalam peta kebijakan energi nasional. Pemerintah menargetkan PLTN pertama beroperasi pada 2032 di Bangka Belitung dengan kapasitas 250 MW, disusul proyek kedua di Kalimantan Barat pada 2033 dengan kapasitas serupa. Total awal yang disiapkan mencapai 500 MWe, dengan proyeksi pengembangan hingga 7 GWe pada 2040.


Di tengah dinamika tersebut, *Eddy Soeparno*, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, menegaskan bahwa energi nuklir memiliki nilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjawab tantangan dekarbonisasi.


Pernyataan itu ia sampaikan dalam Kick-off Forum *Nuclear Energy Awareness for Indonesia’s Low-Carbon Future* yang digelar oleh *Perusahaan Listrik Negara* bekerja sama dengan *Tony Blair Institute for Global Change* dan Ecanid, Rabu (11/2).


“Seluruh kebijakan energi nasional harus memastikan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya, baik dari sumber dalam negeri maupun impor, sambil tetap berkomitmen pada dekarbonisasi menuju net zero emission pada 2060 atau lebih cepat,” tegas Eddy.


Paradoks Energi Negeri Kaya Sumber Daya

Eddy menyoroti paradoks yang selama ini membayangi sektor energi Indonesia. Di satu sisi, Indonesia kaya akan sumber daya alam, mulai dari batu bara hingga potensi energi baru dan terbarukan. 


Namun di sisi lain, ketergantungan pada komoditas tertentu serta volatilitas pasar global masih menjadi ancaman terhadap stabilitas pasokan dan harga energi.


Karena itu, transisi energi tidak bisa semata berbasis idealisme hijau. Ia harus realistis, mempertimbangkan lima aspek krusial: ketersediaan, keterjangkauan, kesiapan teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan keandalan sistem.


Dalam kerangka itulah, nuklir dipandang sebagai opsi strategis. Berbeda dengan energi fosil yang sarat emisi karbon, pembangkit nuklir menghasilkan listrik dalam skala besar dengan emisi sangat rendah. 


Di saat kebutuhan listrik nasional tumbuh lebih cepat dibanding pertumbuhan energi primer, sumber daya baseload yang stabil menjadi kebutuhan mendesak.


Catatan Kritis: Regulasi, Limbah, dan Geopolitik

Meski demikian, Eddy tidak menutup mata terhadap kompleksitas pembangunan PLTN. Ia mengingatkan bahwa proyek nuklir bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan proyek teknologi tinggi dengan konsekuensi jangka panjang.


Aspek pengelolaan limbah radioaktif, kebutuhan pembiayaan besar, kesiapan teknologi nasional, hingga standar keselamatan internasional menjadi prasyarat mutlak. 


Regulasi harus ketat dan transparan, pengawasan harus independen, serta komunikasi publik harus terbuka untuk membangun kepercayaan masyarakat.


Ia juga menyinggung faktor geopolitik sebagai variabel penting. Dinamika perdagangan global dan relasi dengan negara-negara pemasok teknologi, termasuk Amerika Serikat, bisa memengaruhi pilihan mitra strategis dalam pembangunan PLTN.


“Indonesia harus cermat agar setiap kerja sama tetap menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional,” ujarnya.


Reaktor Modular dan Opsi Teknologi Baru

Perkembangan teknologi reaktor generasi baru turut menjadi pertimbangan. Sejumlah negara kini mengadopsi reaktor dengan sistem keselamatan pasif dan pendekatan modular yang memungkinkan komponen diproduksi secara standar sebelum dirakit di lokasi. 


Skema ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan konsistensi kualitas.


Di Indonesia, *PT Thorcon Power Indonesia* menjadi salah satu pihak swasta yang mengusulkan reaktor modular berbasis teknologi *molten salt reactor* (MSR). Reaktor Thorcon diklaim mampu menghasilkan daya 2 x 250 MW dan beroperasi pada temperatur tinggi dengan tekanan rendah, yang disebut-sebut lebih aman dibandingkan PLTN konvensional.


Namun, adopsi teknologi baru tentu memerlukan uji kelayakan, regulasi adaptif, serta kesiapan sumber daya manusia nasional.


Diskursus yang Tak Bisa Ditunda

Dengan target awal 500 MWe dan proyeksi 7 GWe pada 2040, energi nuklir kini semakin masuk dalam dokumen perencanaan strategis nasional. 


Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia membutuhkan tambahan kapasitas listrik, melainkan sumber apa yang paling rasional, berkelanjutan, dan berdaulat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.


Eddy menegaskan, diskursus publik dan perencanaan matang harus dimulai sejak sekarang. 


“Dengan regulasi ketat, perencanaan komprehensif, dan pilihan teknologi yang tepat, ketahanan energi dan komitmen iklim Indonesia bisa berjalan beriringan,” tutupnya.


Di tengah tekanan perubahan iklim dan tuntutan pertumbuhan ekonomi, nuklir kini bukan sekadar opsi alternatif. 


Ia telah masuk radar sebagai instrumen strategis—yang jika dikelola cermat, bisa menjadi fondasi baru ketahanan energi nasional. 


Laporan: Tim KBO Babel

Editor: Zulfandi Kusnomo 

BARAHATI Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Program MBG di Kelurahan Bantan, Zulfikar Efendi: Jangan Permainkan Hak Gizi Balita dan Ibu Menyusui

 

Menu MBG di Kelurahan Bantan berupa satu butir telur rebus, empat butir anggur, empat butir kurma, serta satu cup plastik bubur kacang hijau yang tampak encer

Pematangsiantar, Selektifnews.com  -- Ketua Komunitas Barisan Rakyat Hancurkan Tindakan Ilegal (BARAHATI), Zulfikar Efendi, menyoroti keras pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Harapan besar warga untuk melihat anak-anak mereka tumbuh sehat melalui program tersebut disebutnya seketika rontok setelah beredar informasi mengenai kualitas menu yang dinilai jauh dari standar kelayakan gizi nasional. Ia menegaskan bahwa program yang seharusnya menjadi solusi pencegahan stunting justru memunculkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.


Informasi yang dihimpun media dari seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkap dugaan kondisi memprihatinkan terkait paket makanan yang dibagikan kepada balita dan ibu menyusui. Alih-alih mendapatkan asupan protein tinggi dan menu seimbang, penerima manfaat disebut hanya memperoleh satu butir telur rebus, empat butir anggur, empat butir kurma, serta satu cup plastik bubur kacang hijau yang tampak encer. Menu tersebut diklaim sebagai bagian dari intervensi gizi dalam masa pertumbuhan emas anak dan pemulihan ibu menyusui.


Menurut Zulfikar Efendi, potret menu yang diterima redaksi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai keseriusan pelaksanaan program di tingkat kelurahan. Ia menilai, jika benar menu tersebut menjadi standar distribusi, maka hal itu sangat tidak mencerminkan tujuan utama MBG yang dirancang sebagai program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat rentan. “Balita dan ibu menyusui membutuhkan asupan protein hewani, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup, bukan sekadar camilan ringan,” tegasnya.


Ironisnya, Kelurahan Bantan disebut sebagai salah satu titik distribusi utama yang seharusnya menjadi percontohan di wilayah Siantar Barat. Namun di lapangan, pelaksanaan program diduga terkesan sebatas formalitas administratif demi laporan ke atas. Zulfikar menyayangkan jika kegiatan distribusi hanya menjadi ajang dokumentasi tanpa memastikan kualitas dan kuantitas makanan yang benar-benar layak konsumsi serta sesuai standar gizi.


Program MBG sendiri memiliki tujuan spesifik sebagai intervensi gizi makro dan mikro untuk menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas generasi masa depan. Dalam konteks ibu menyusui, kebutuhan kalori dan protein yang cukup sangat menentukan kualitas ASI yang dihasilkan. Jika asupan yang diberikan tidak memenuhi standar, maka bukan hanya ibu yang dirugikan, tetapi juga bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan krusial.


Publik di Pematangsiantar kini mulai mempertanyakan adanya kemungkinan ketimpangan dalam proses pendistribusian. Mengapa standar nasional yang dijanjikan terlihat berbeda dengan realita di lapangan? Ketidaksesuaian antara konsep program di pusat dengan implementasi di tingkat bawah dinilai berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang sejatinya berpihak pada rakyat kecil.


Zulfikar Efendi menegaskan bahwa aparat di tingkat kelurahan tidak boleh berlindung di balik alasan teknis atau penyesuaian lapangan yang tidak jelas. Standar gizi, menurutnya, adalah harga mati yang tidak boleh dikompromikan. Setiap paket makanan yang tidak layak berarti mengurangi hak anak atas tumbuh kembang yang optimal. Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menjadikan program kemanusiaan ini sebagai sekadar rutinitas tanpa empati.


BARAHATI secara terbuka mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk melakukan audit menyeluruh serta inspeksi mendadak terhadap pelaksanaan MBG di Kelurahan Bantan. Transparansi anggaran, mekanisme pengadaan, serta pengawasan distribusi harus dibuka ke publik guna memastikan tidak ada penyimpangan. “Masyarakat Bantan tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya menuntut hak atas gizi yang telah dijanjikan negara secara utuh dan berkualitas,” pungkas Zulfikar Efendi.


Sementara itu, Lurah Bantan hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dikonfirmasi oleh awak media.


Laporan: Tim Selektifnews.com 

Editor: Zulfandi Kusnomo 

BERITA TERBARU

Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme, Lapas Kelas I Medan Kukuhkan Duta Layanan 2026

Kenaikan Pangkat dan Penghargaan Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme, Lapas Kelas I Medan Kukuhkan Duta Layanan 2026 Medan, Selektifnews...